Tulisan ini sebagai tanggapan atas ungkapan Bapak Ganjar Pranowo (Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi PDI-P) yang dimuat di Harian Solopos Edisi Senin 18 Oktober 2010. Pak Ganjar, yang sebelumnya berdiskusi dengan salah satu ormas rakyat desa, mengatakan bahwa, "Sekarang sudah tipis kemungkinan bagi mereka untuk diangkat langsung menjadi PNS seperti Sekretaris Desa". Ungkapan beliau dalam hal ini kelihatan seperti ungkapan pribadi dan tidak mewakili institusi. Khususnya dalam hal anggaran, pastilah belum melaksanakan hearing atau diskusi dengan pihak Kementerian Keuangan.
Bahkan ada pernyataan yang cukup menyakitkan bahwa profesi kita karena kita tidak mampu mencari pekerjaan lain, sangat ironis dan tidak menunjukkan penghargaan sama sekali. Bukan ucapan negarawan yang patut dicontoh.
Semoga dengan semakin bertubi-tubinya pernyataan para pembuat kebijakan yang tampak melemahkan perjuangan PPDI tidak membuat kita patah semangat. Mari kita belajar dari kegigihan Presiden Chili, Sebastian Pinera dalam menyelamatkan rakyatnya yang terkubur di hampir 700 meter selama 69 hari. Tipis peluang para penambang itu bisa diselamatkan, tapi Presiden Chili dan para ahli menangani dan melakukan dengan benar dan terbukti sukses. Kita buktikan sejauh mana para pembuat kebijakan negeri ini gigih memahami keinginan para perangkat desa.
Untuk itu, bersatulah para perangkat desa, cerdas dan cermatlah Pengurus PPDI dalam bertindak, maka kita yakin bahwa PPDI akan sukses, Perangkat Desa bisa diangkat PNS.
Berikut ini kami sampaikan berita lengkapnya, yang disalin dari Harian Solopos.
Harapan Diangkat PNS Tipis
Wonogiri (Espos) - Personel perangkat desa (Perdes) yang ingin menjadi pegawai negeri sipil (PNS) disarankan mengikuti proses rekrutmen di jalur umum.
“Sampai Indonesia benar-benar menjadi bangsa yang kaya, mekanisme pengangkatan perangkat desa menjadi PNS secara kolektif tidak mungkin lagi dilakukan. Tapi bukan berarti peluang perangkat desa menjadi PNS pupus. Mereka masih bisa menjadi PNS dengan mengikuti perekrutan jalur umum yang dibuka setiap tahun oleh pemerintah daerah,” kata Ganjar.
Ganjar pun menyarankan agar Perdes mengikuti seleksi CPNS jalur umum. Dengan demikian, Perdes akan menjalani tes secara profesional dan ditempatkan di posisi-posisi sesuai dengan disiplin profesionalismenya. Tidak melulu harus kembali menjadi perangkat desa.
Lagipula, Ganjar melanjutkan berdasarkan pengamatannya selama ini, tuntutan Perdes untuk diangkat menjadi PNS, bukan didasarkan pada fungsinya, melainkan lebih karena status. Para Perdes ingin berada di zona aman seperti halnya pegawai pemerintah lainnya, yang akan mendapatkan jaminan kesejahteraan setelah purnatugas.
Lebih jauh, Ganjar mengungkapkan setelah berbicara dengan sejumlah Perdes, ternyata tuntutan Perdes diangkat menjadi PNS lebih karena sulitnya mencari pekerjaan. Para Perdes itu, menurut Ganjar, mengatakan kalau ada pekerjaan lain yang lebih baik, maka mereka tidak akan menjadi Perdes.
“Karena itulah, saya mengajak semua pihak agar melihat jabatan perangkat desa dari fungsinya. Kalau perangkat desa sudah bisa menjalankan fungsinya dengan baik sebagai pelayan publik, maka sudah selayaknya bersama-sama memikirkan kesejahteraan mereka. Bisa dengan manajemen kepegawaian, peningkatan honor atau asuransi, tanpa harus menjadi PNS,” jelas Ganjar.
Informasi yang diperoleh Espos, rekrutmen CPNS 2010 di Kabupaten Wonogiri akan dimulai awal November mendatang. Saat ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) masih menunggu rincian bidang lowongan yang akan dibuka. “Wonogiri pada 2010 ini mendapat jatah rekrutmen sebanyak 197 lowongan. Tapi kami masih menunggu daftar rincian bidang lowongan itu dari pusat,” kata Kepala BKD, Rumanti Permanandyah, saat ditemui beberapa waktu lalu.
(Suharsih - Solopos edisi Senin, 18 Oktober 2010)
6 komentar:
Pak ganjar kalau di ibaratkan PERANGKAT DESA adalah wong cilik yang ngemong wong cilik, kami perangkat desa yang hidupnya serba kekurangan masih harus momong masyarakat yg rata-rata adalah masyarakat kecil, dan kita perangkat desa adalah ujung tombak dimana kita harus selalu berhadapan dengan masyarakat melalui program-program pemerintah yang diturunkan, memang tidak munafik kiita perangkat desa sedang memperjuangkan kesejahteraannya dengan cara berjuang untuk bisa diangkat menjadi PNS, namun demikian kita juga tetap konsisten kerja 24 Jam sebagai perangkat desa yang selalu pakai seragam departemen dalam negeri tapi non status. salam. eddy bobotsari, purbalingga.
kami akan terus berjuang... dan pak ganjar harus melihat secara nyata kondisi perangkat indonesia yg sebenarnya.
Bagaimana caranya membuat beliau cepat tanggap ya?
jangan pernah menyerah walau aral menghadang,tetap kompak tetap bersatu jalan akan semakin terbuka.2014 jadikan momen untuk yang peduli pada perangkat desa menjadi pengambil kebijakan negeri ini....
dengan pernyatan Ganjar secara tidak langsung mengisyaratkan agar perangkat desa segera menanggalkan berbagai atribut milik PNS. Apakah saudara terima yang secara sadar DIJADIKAN BADUT DENGAN KOSTUM PNS...,SANGAT IRONIS TUKANG KEBON/TUKANG SAPU YANG KERJANYA HANYA BIKIN TEH/KOPI diangkat PNS tapi kenapa perangkat desa terus dan terus dijadikan BADUT PNS
Ganjar mengungkapkan setelah berbicara dengan sejumlah Perdes, ternyata tuntutan Perdes diangkat menjadi PNS lebih karena sulitnya mencari pekerjaan. Para Perdes itu, menurut Ganjar, mengatakan kalau ada pekerjaan lain yang lebih baik, maka mereka tidak akan menjadi Perdes.
Itu pernyataan yang salah besar. sebelum jadi Perdes saya bekerja di Bengkel otomotif selama 8th yg perhari 100.000 bahkan 300.000. Wargalah yg memintaku menjabat. Sebenarnya yg salah itu saya, warga atau tuhankah??????????
Posting Komentar