Sedang dimuat...
Tampilkan postingan dengan label Intermezo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intermezo. Tampilkan semua postingan

Maling Kelapa Cari SKCK

Minggu, 10 Oktober 2010


Suatu siang seorang maling tertangkap basah mencuri kelapa di Desa Kang Polkam. Si Maling rame-rame dibawa ke Kantor Desa untuk diadili. Sebelum diserahkan ke Polisi, rupanya Kang Polkam penasaran untuk menginterogasi motif si Maling.

“Kenapa kamu mencuri kelapa milik warga Desa saya?” tanya Kang Polkam dengan galak kepada Si Maling.

“Saya terpaksa melakukannya Pak,” jawab Si Maling.

“Terpaksa bagaimana? Tidak punya uang untuk makan?” tanya Kang Polkam.

“Dari pagi saya mencari Kantor Desa bapak, tapi tidak juga ketemu, lalu saya tanya ke teman, eee... dia juga ga tau. Ya sudah… supaya sampai ke Kantor Desa, saya coba maling kelapa di kebun warga bapak. Dan buktinya, sekarang saya bisa sampai ke Kantor Desa ini.” jawab Si Maling.

“Terus, kenapa kamu mencari Kantor Desa segala?” hardik Kang Polkam bertambah heran.

“Itu Pak, saya mau minta… Surat Pengantar untuk SKCK” jawab Si Maling polos...

Telepon Kang Polkam


Suatu hari di salah satu ruangan di gedung MPR/DPR. Seorang anggota dewan yang baru diangkat bernama Kang Polkam, tampak gelisah di hari pertama ngantor, semua masih canggung, lugu dan serba kikuk.

Rupanya dia wakil dari daerah dan belum pernah bekerja atau punya ruangan yang megah. Beberapa saat kemudian, ada yang mengetuk pintu ruangannya.

Setelah dibuka, berdiri di hadapannya 2 orang dengan kopor besar dan segulungan kabel. “Wah…, ini pasti wartawan TV yang mau mewawancarai aku…”, pikir Kang Polkam dalam hati.

Agar tampak berwibawa dan membela rakyat, sambil melihat jam dan mengangkat telepon di mejanya, Kang Polkam berkata, “Maaf tunggu sebentar, saat ini saya harus menghubungi ketua fraksi untuk melaporkan hasil-hasil sidang hari ini…”

Kemudian selama beberapa puluh menit Kang Polkam menelpon dan terlibat pembicaraan tingkat tinggi, sambil sekali-sekali menyebut-nyebut "demi rakyat" atau "kepentingan rakyat" keras-keras. Setelah selesai sambil meletakan gagang telepon dia berkata pada dua orang tamunya tersebut.

“Nah, sekarang wawancara bisa kita mulai…” ucap Kang Polkam pede.

Kedua orang itu tampak bingung dan berpandangan satu sama lain. Akhirnya salah satunya berkata, “Maaf pak…, kami datang kesini baru mau memasang saluran telepon bapak…”

Hahaha.. Kang Polkam oh Kang Polkam....

Menghabiskan Bensin

Waktu malem Mingguan si Arya yang baru saja dibeliin motor bokapnya, kebut-kebutan di Jalan Pantura. Sialnya pada waktu itu Jalan Pantura sedang dilaksanakan razia. Dan lebih sialnya lagi Arya sendiri yang keciduk Polisi, teman-teman yang lainya pada kabur semua.

Sambil pasang muka galak Pak Polisi bertanya, “Maaf, di jalan ini batas kecepatan hanya 80km/jam kok saudara melewati sampe 120km/jam?”

“Yahhh…. saya ga ngebut pak, sekedar ngabisin bensin aja pak, maklum motor baru.." jawab Arya sambil nyengir.

Sejenak Pak Polisi diam, kemudian mengambil kertas Tilang. Lama sekali dia menuliskan sesuatu. Setelah itu dia menyerahkan kertas tilang itu sambil berkata, “Saudara tetap saya tilang, karena ngebut melewati batas kecepatan.”

“Loh Pak, kok tilangnya mahal amatttttt...?” teriak Arya yang kaget bukan kepalang melihat deretan angka rupiah yang ditulis Pak Polisi yang mungkin triliunan rupiah.

“Yahhhh, saya hanya mengabiskan tinta pena saja mas...!” sahut Pak Polisi sambil berlalu dan menyita kunci motor dan STNK Arya.
TopOfBlogs